fresh

fresh
keindahan yang alami

Rabu, 28 Maret 2012

mikro



KONSEP ILMU MIKRO EKONOMI

Definisi Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi adalah studi tentang bagaimana manusia menggunakan sumberdaya yang langka untuk menghasilkan barang dan jasa (komoditi) dan mendistribusikanya kepada berbagai kelompok masyarakat (Samuelson dan Nordhaus)

Definisi Ekonomi Mikro
Ekonomi mikro (teori harga) merupakan cabang ilmu ekonomi yang pembahasanya menitikberatkan pada perilaku ekonomi individu rumah tangga, perusahaan dan pasar (Samuelson dan Nordhaus)

Kegiatan Ekonomi Dan Sumber Daya

Kegiatan ekonomi:
Kegiatan produksi
Kegiatan konsumsi
Kegiatan pertukaran

Sumberdaya / Faktor produksi / Input:
Sumberdaya alam: tanah dan kandunganya
Sumberdaya manusia: tenaga kerja dan enterpreneurship
Sumberdaya modal: mesin, bangunan, teknologi dll

Masalah Pokok Ekonomi Mikro
What (komoditi apa yang akan dihasilkan)
How (bagaimana menghasilkan komoditi tersebut)
For whom (untuk siapa komoditi dihasilkan)

Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi pasar
Sistem ekonomi komando
Sistem ekonomi campuran



Model Dasar Permintaan dan Penawaran

Analisis penawaran dan permintaan menunjukkan bagaimana mekanisme pasar berhubungan erat dengan tiga persoalan ekonomi yang saling berkaitan yaitu apa, bagaimana, dan untuk siapa. Hal ini menunjukkan bagaimana daya beli menentukan harga dan jumlah kuantitas berbagai barang.

-Pola permintaan menunjukkan hubungan antara kuantitas yang diminta dengan harga dari suatu komoditi, dengan menganggap faktor lain konstan. Pola Permintaan tersebut digambarkan secara grafik sebagai kurva permintaan dengan menganggap faktor lain seperti pendapatan, selera dan harga barang lain tetap. Hampir semua komoditi tunduk pada hukum permintaan dengan dengan kemiringan negatif. Hukum ini menyatakan bahwa kuantitas yang diminta menurun apabila harga naik. Hukum ini digambarkan oleh kurva permintaan yang menurun.

-Faktor yang  mempengaruhi pola permintaan , diantaranya :
Rata – rata pendapatan
Populasi
Harga barang yang berkaitkan
Serta berbagai faktor khusus

-Pola Penawaran memberi hubungan antara kuantitas barang yang ingin dijual oleh produsen ( dengan menganggap faktor lain tetap) dn harga barang tersebut. Kuantitas yang ditawarkan secara umum bereaksi secara positif terhadap harga,sehingga kurva penawaran naik ke kanan atas.
Unsur lain selain harga barang mempengaruhi penawaran terhadap barang tersebut yaitu biaya produksi komoditi yang ditentukan oleh kondisi teknologi dan harga input, harga barang – barang yang berkaitan, organisasi pasar, dan berbagai pengaruh khusus.

PERGESERAN KURVA

PERMINTAAN
Pergeseran kurva permintaan menunjukkan adanya perubahan permintaan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor selain harga. Pergeseran kurva permintaan ditunjukkan dengan bergeraknya kurva ke kanan atau ke kiri. Dimana faktor pendapatan juga mempengaruhi ergeseran kurva ke kanan atau kekiri.

PENAWARAN
Sama halnya pada pergeseran kurva permintaan, kurva penawaran juga dapat mengalami pergeseran karena adanya perubahan faktor-faktor yang memengaruhi penawaran selain faktor harga. Bergesernya kurva penawaran ditandai dengan bergeraknya kurva ke kanan atau ke kiri. Kurva penawaran bergeser ke kiri, artinya jumlah penawarannya mengalami kenaikan. Namun, ketika kurva penawaran barang bergeser ke kiri, berarti terjadi penurunan penawaran barang. Misalnya diperkirakan harga jeruk bulan depan akan naik karena harga pupuk naik. Kenaikan harga jeruk menyebabkan penurunan penawaran jeruk. Sehingga ketika diperkirakan harga di masa depan naik, maka penjual akan mengurangi jumlah barang yang dijualnya.

Akibat Perubahan Harga.
Perubahan terhadap garis anggaran pengeluaran , apabila harga berubah akan
menyebabakan perubahan yang sejajar, yaitu garus anggaran pengeluaran yang baru
akan sejajar dengan yang lama

Akibat Perubahan Pendapat
Jika harga tetap dan pendapatan menjadi menurun maka garis anggaran
pengeluaran telah bergeser secara sejajar kekiri seperti yang akan ditunjukan oleh
garis RS. Sebaliknya pula, kenaikan pendapatan menyebabakan garis anggaran
pengeluaran pindah sejajar ke kanan

KESEIMBANGAN
Keseimbangan penawaran dan permintaan dalam pasar kompetitif dicapai pada tingkat harga tertentu ketika kekuatan penawaran dan permintaan seimbang.
Harga keseimbangan adalah harga yang terjadi ketika kuantitas yang diminta tetap sama dengan kuantitas yang ditawarkan . secara grafik, hal ini terjadi pada perpotongan kurva penawaran dan permintaan. Pada harga diatas keseimbangan, produsen menawarkan lebih banyak dari yang ingin dibeli oleh konsumen. Hal ini mengakibatkan timbulnya surplus barang dan menekan harga untuk turun. Hal yang serupa, harga yang terlalu rendah menyebabkan kekurangan barang, sehingga pembeli akan berebut, dan menyebabkan harga naik sampai mencapai keseimbangan.  

Untuk menghindari kesulitan dalam pemakaian analisis penawaran permintaan,kita harus memperhatikan beberapa hal tertentu :
Mempertahankan faktor-faktor lain tetap, yang diperlukan untuk membedaka dampak perubahan harga komoditi dampak perubahan unsur lain
Membedakan perubahan dalam permintaan atau penawaran ( yang menyebabkan pergeseran kurva), dari perubahan kuantitas yang diminta atau ditawarka.
Mengetahui keseimbangan penawaran dan permintaan, dimana pembeli dan penjual bersedia melakukan perdagangan.   

Elastisitas
Konsep elastisitas sering dipakai sebagai dasar analisis ekonomi, seperti dalam menganalisis permintaan, penawaran, penerimaan pajak, maupun distribusi kemakmuran.
Dalam bidang perekonomian daerah, konsep elastisitas dapat digunakan untuk memahami dampak dari suatu kebijakan. Sebagai contoh, Pemerintah Daerah dapat mengetahui dampak kenaikan pajak atau susidi terhadap pendapatan daerah, tingkat pelayanan masyarakat, kesejahteraan penduduk, pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan investasi, dan indikator ekonomi lainnya dengan menggunakan pendekatan elastisitas. Selain itu, konsep elastisitas dapat digunakan untuk menganalisis dampak kenaikan pendapatan daerah terhadap pengeluaran daerah atau jenis pengeluaran daerah tertentu. Dengan kegunaannya tersebut, alat analisis ini dapat membantu pengambil kebijakan dalam memutuskan prioritas dan alternatif kebijakan yang memberikan manfaat terbesar bagi kemajuan daerah.

Elastisitas Harga Permintaan (Price Elasticity of Demand)
Elastisitas Harga Permintaan adalah tingkat perubahan permintaan terhadap barang/jasa, yang diakibatkan perubahan harga barang/jasa tersebut.

Macam-macam Elastisitas Harga Permintaan
Berdasarkan nilainya, elastisitas permintaan dapat dibedakan menjadi lima, yaitu permintaan inelastis sempurna, inelastis, elastis uniter, elastis, dan elastis sempurna.

-Elastisitas Silang (Cross Elasticity)
Elastisitas silang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang tersebut. Hubungan tersebut dapat bersifat pengganti, dapat pula bersifat pelengkap. Terdapat tiga macam respons prubahan permintaan suatu barang (misal barang A) karena perubahan harga barang lain (barang B), yaitu: positif, negatif, dan nol.
Elastisitas silang positif. Peningkatan harga barang A menyebabkan peningkatan jumlah permintaan barang B. Sebagai contoh, peningkatan harga kopi meningkatkan permintaan terhadap teh. Kopi dan teh merupakan dua barang yang dapat saling menggantikan (barang substitutif).
Elastisitas silang negatif. Peningkatan harga barang A mengakibatkan turunnya permintaan barang B. Sebagai contoh, peningkatan harga bensin mengakibatkan penurunan permintaan terhadap kendaraan bermotor. Kedua barang tersebut bersifat komplementer (pelengkap).
Elastisitas silang nol. Peningkatan harga barang A tidak akan mengakibatkan perubahan permintaan barang B. Dalam kaus semacam ini, kedua macam barang tidak saling berkaitan. Sebagai contoh, kenaikan harga kopi tidak akan berpengaruh terhadap permintaan kendaraan bermotor.

Model – Model untuk Berbagai Pasar
Stuktur Pasar Persaingan Sempurna
Dalam pasar persaingan sempurna jumlah perusahaan sangat banyak dan kemampuan setiap perusahaan dianggap sedemikian kecilnya, sehinga tidak mampu mempengaruhi pasar. Beberapa karakteristik agar sebuah pasar dapat dikatakan pasar persaingan sempurna yaitu:
Semua perusahaan memproduksi barang yang homogeny (homogenitas product) Produk yang homogen adalah produk yang mampu member kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.
Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan atau informasi sempurna (perfect knowledge) Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual sehingga konsumen tidak akan mengelami perlakuan harga jual yang berbeda dari suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya.
Output sebuah perusahaan relative kecil disbanding output pasar (small relatively output) Jumlah output setiap perusahaan secara inividu dianggap relative kecil disbanding jumlah output seluruh perusahaan dalam industry.
Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar (price taken) Perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar (price taker) karena perusahaan tidak mampu mempengaruhi harga pasar.
Semua perusahaan bebas masuk dan keluar pasar (free entry and exit) Dalam pasar persaingan sempurna faktor mobilitasnya tidak terbatas dan tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk memindahkan faktor produksi.
Agar dapat bertahan dalam pasar, maka dalam jangka panjang perusahaan harus memenuhi 4 persyaratan :
Perusahaan harus bekerja sebaik mungkin (doing as well as possible) agar perusahaan mencapai keadaan yang peling optimal;
Tidak mengalami kerugian (not suffering lost) agar dapat mengganti barang modal yang digunakan dalm produksi. Oleh karena itu biaya rata-rata jangka pendek harus sama dengan harga jual;
Tidak ada inserif bagi perusahaan untuk measuk-keluar, karena laba nol. Laba nol sisebut juga laba normal yaitu tingkat laba yang memberikan tingkat pengembalian yang sama jika uang dan factor produksi lain dialokasikan pada kegiatan alternative;
Perusahaan tidak dapat menambah laba lagi, walaupun dengan memperbesar skala produksi, karena berproduksi pada titik minimum kurva biaya rata-rata jangka minimum.

Struktur Pasar Monopilistic
Suatu industry dikatakan berstruktur monopoli bila hanya ada satu produsen atau penjual (single firm) tanpa pesaing langsung atau tidak langsung, baik nyata maupun potensial. Output yang dihasilkan tidak mempunyai subtitusi (closed substitution) sehingga pengusaha pasar monopoli tidak perlu takut pembeli tidak membeli barangnya karena ia satu-satunya penjual.
Faktor-faktor penyebab terbentuknya pasar monopoli
Hambatan teknis (Technical Barriers to Entry)
Ketidakmampuan bersaing secara teknis menyebabkan perusahaan lain sulit bersaing dengan yang sudah ada (existing firm). Keunggulan secara teknis ini disebabkan oleh :
Perusahan memiliki kemampuan atau pengetahuan khusus yang memungkinkan berproduksi sangat efisien; o Tingginya tingkat efisiensi memungkinkan perusahaan monopolis mempunyai kurva biaya yang menurun. Makin besar skala produksi, biaya marjinal makin menurun, sehingga biaya produksi per unit makin rendah;
Perusahaan memiliki kemampuan control sumber factor produksi, baik berupa SDA, SDM maupun lokasi produksi.
Perusahaan-perusahaan yang memiliki daya monopoli karena kemmapuan teknis disebut perusahaan monopolis alamiah (natural monopolist).
Hambatan legalitas (Legal Barriers to Entry)
Undang-undang dan hak khusus
Tidak semua perusahaan memiliki daya monopoli karena kemampuan teknis. Hak khusus tidak hanya diberikan oleh pemerintah, tetapi juga oleh satu perusahaan kepada perusahaan lainnya.
Hak paten atau hak cipta
Hak paten atau hak cipta adalah monopoli berdasarkan hokum karena pengetahuan kemampuan khusus (special knowledge) yang menciptakan daya monopoli secara teknik.

Struktur Pasar Oligopoly
Oligopoli adalah bentuk pasar dengan beberapa penjual
Pasar oligopoly adalah pasar yang terdiri dari hanya sedikit perusahaan(produsen), setiap perusahaan memiliki kekuatan cukup besar untuk mempengaruhi harga pasar.Karakteristik pasar oligopoly :
Faktor-faktor penyebab terbentuknya pasar monopoli

 Hambatan teknis (Technical Barriers to Entry)
Ketidakmampuan bersaing secara teknis menyebabkan perusahaan lain sulit bersaing dengan yang sudah ada (existing firm). Keunggulan secara teknis ini disebabkan oleh :
Perusahan memiliki kemampuan atau pengetahuan khusus yang memungkinkan berproduksi sangat efisien;
Tingginya tingkat efisiensi memungkinkan perusahaan monopolis mempunyai kurva biaya yang menurun. Makin besar skala produksi, biaya marjinal makin menurun, sehingga biaya produksi per unit makin rendah;
Perusahaan memiliki kemampuan control sumber factor produksi, baik berupa SDA, SDM maupun lokasi produksi.

Perusahaan-perusahaan yang memiliki daya monopoli karena kemmapuan teknis disebut perusahaan monopolis alamiah (natural monopolist).

 Hambatan legalitas (Legal Barriers to Entry)
Undang-undang dan hak khusus

Utilitas  Dan Pilihan
Utilitas merupakan konsep konsep pemikiran yang mengambarkan jumlah kegunaan atau kepuasan yang diperoleh konsumen dari suatu komoditi. Tambahan tingkat kepuasan dinamaka utilitas marjinal , dengan “marjinal” berarti utilitas ekstra atau inkremetal .
Hukum utilitas marjinal menyataka bahwa dengan meingkatnya jumlah komoditi,utilitas marjinal dan unit terakhir yang dikonsumsi cenderung menurun.

Utilitas lebih mengacu pada kesenangan atau kegunaan subjektif  seseorang dari mengkonsumsi barang atau jasa .

Ada dua pendekatan

-Pendekatan merginal utility
Kepuasan (atau utility) setiap konsumen bisa di ukur dengan uang atau dengan satuan lain (utility yang bersifat “cardinal”)
Total utilitas pada (a) meningkat seiring dengan pertambahan konsumsi, tetapi dengan proporsi yang semakin menurun. Berarti, utilitas marjinal, yaitu tambahan utilitas dari unit tambahan barang yang terakhir, akan menurun. Berdasarkan pengamatan ini para ekonom terdahulu menentukan adanya hukum kurva permintaan yang miring ke bawah.
Kotak-kotak yang diarsir menunjukkan tambahan utilitas dari tiap tambahan unit yang dikonsumsi. Kenyataan bahwa total utilitas bertambah menurut proporsi yang semakin menurun ditunjukkan di (b) berupa kontak-konak tangga utilitas marjinal yang semakin menurun, bila unit-uit hitungan diperkecil, maka tangga total utilitas akan mulus dan utilitas total menjadi kurva hitam mulus pada (a) selain itu, utilitas marjinal sebagaimana diperlihatkan di (b) oleh kurva mulus yang menurun ke bawah dapat dibedkan oleh kemiringan kurva mulus.

-Pendekatan indifference kurve
Tingkat kepuasan konsumen bisa dikatakan lebih tinggi atau lebih rendah tanpa mengatakan berapa lebih tinggi atau lebih rendah. kurva indifference menggambarkan titik tingkat konsumsi yang diinginkan .
Memperoleh lebih banyak barang yang satu merupakan kompensasi kehilangan sebagian barang yang lain. Konsumsi tadi sama menyukai kombinasi A seperti halnya dengan B, C , atau D
Kombinasi makanan-pakaian yang memberikan kepuasan yang sama bisa digambarkan sebagai “ kurva kepuasan sama “ yang mulus ( atau “lengkung utilitas sama”). Kurva ini berbentuk cembung (dilihat dari bawah) sesuai dengan hukum substitusi yang menyatakan : makin banyak barang yang anda dapatkan, maka “rasio substitusi” atau kemiringan kurva indiference akan makin berkurang.
Karakter Kurva kepuasan sama (indifference).
Cembung terhadap titik original (convex to origin).
Bergerak dari kiri atas kekanan bawah (downward sloping).
Tidak saling berpotongan.
Semakin tinggi kurva kepuasan sama, tingkat kepuasannya semakin besar.
Daerah yang relevan untuk berkonsumsi adalah yang berkecondongan
negatif.

Permintaan Individu
Fungsi permintaan merupakan permintaan yang dinyatakan dalam hubungan matematis dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Dx = f (Px, Pz,I, T, Pen, Pxe, Dist, Prom)
Dengan asumsi ceterisparibus, maka:
Dx = f (Px)
Merubah fungsi permintaan menjadi skedul dan kurva
Contoh fungsi permintaan:
Dx = 60 – 10Px, maka skedulnya adalah sbb:

Garis anggaran
Apabila seorang konsumen mempunyai pendapatan tetap yang semuanya dibelanjakan, serta menghadapi harga pasar dari dua barang, maka pergerakaya terbatas sepanjang garis lurus yang disebut “garis anggaran”. Kemiringan garis itu tergantung pada rasio kedua harga pasar,sedangkan letaknya tergantung pada besarnya pendapatan konsumen tersebut.

Perubahan permintaan individu
Dari permintaan individu ke permintaan pasar amat berhubungan karena Permintaan pasar adalah akumulasi (penjumlahan) dari permintaan-permintaan individual dari suatu barang X.
Pergerakan dan perpindahan kurva permintaan
Pergerakan dan perpindahan permintaan terjadi karena berubahnya variabel yang mempengaruhi permintaan (pendapatan, harga, pendidikan, selera, budaya, agama). Bila salah satu dari variabel di atas berubah maka akan terjadi pergeseran (shifting) dari kurva permintaan.

Kasus – kasus pergeseran kurva permintaan :
Berubahnya harga komoditi substitusi
Berubahnya harga komoditi komplemen
Berubahnya pendapatan masyarakat
Berubahnya selera
Berubahnya jumlah penduduk
perkiraan harga X dimasa mendatang
Upaya produsen meningkatkan penjualan

Elastisitas permintaan.
Adalah mengukur perubahan jumlah barang yg dibeli akibat perubahan
suatu factor yang mempengaruhinya.


Price elasticity of Demand
Adalah mengukur persentase perubahan jumlah barang yg diminta akibat
perubahan jumlah harga barang tersebut
Income elasticity of Demand.
Adalah mengukur persentase perubahan permintaan terhadap suatu barang yg
diakabatkan oleh perubahan pendapatan konsumen.
Cross Elasticity of Demand
adalah mengukur persentase perubahan permintaan terhadap suatu barang (x) yang
di akibatkan oleh perubahan barang lain
Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan
Banyaknya barang pengganti yang tersedia
Presentasi pendapatan yang dibelanjakan
Jangka waktu analisis
PRODUKSI
Apa definisi atau pengertian fungsi produksi tersebut? Assauri (1993:30) memberikan definisi atau pengertian fungsi produksi adalah sebagai pertanggungjawaban dalam pengolahan dan pentransformasian masukan (inputs) menjadi keluaran (outputs) berupa barang atau jasa yang akan dapat memberikan hasil pendapatan bagi perusahaan

Everett dan Ebert (1992:5) memberikan definisi atau pengertian fungsi produksi dengan mengatakan sebagai berikut ,fungsi produksi merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang, mengubah sesuatu yang nilainya lebih rendah menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi dengan menggunakan sumber daya yang ada, seperti bahan baku, tenaga kerja, mesin dan sumber-sumber lainnya, sehingga produk yang dihasilkan dapat memberikan kepuasan pada konsumen.
Fungsi produksi merupakan suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan sifat perkaitan antara faktor-faktor produksi dengan tingkat produksi yang diciptakan.
Input merupakan bentuk-bentuk yang digunakan agar dapat mempoduksi sesuatu. Semisal pada petani,  inputnya adalah tanah, tenaga kerja , mesin, dan pupuk. Sementara output adalah hasil dari proses produksinya. Semisal pada petani, outputnya adalah tanamanya misalnya biji gandum.

Faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi dibagi menjadi dua jenis

Faktor Produksi Tetap (Fixed factor of production), yaitu faktor produksi yang sifatnya tidak habis dipakai dalam satu periode produksi serta relatif tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan. Contoh: kandang, peralatan tahan lama, kendaraan, mesin pelet dan lain-lain.
Faktor Produksi Variabel (Variable factor of production),yaitu faktor produksi yang sifatnya habis dipakai dalam satu periode produksi, serta besar penggunaannya sangat berkaitan dengan jumlah produk yang dihasilkan. Contoh: pakan, doc, bahan bakar dan lain-lain.

Peranan Waktu Dalam Proses Produksi dan Biaya

Periode Singkat (Momentory Run) = periode waktu yang sangat pendek ketika tidak ada perubahan apapun dalam produksi
Periode jangka pendek (Short run) = periode waktu ketika input variabel seperti bahan baku dan tenaga kerja dapat disesuaikan, tetapi kurang cukup lama untuk melakukan penyesuaian semua input. Dalam Jangka Pendek, faktor non variabel seperti mesin, peralatan, tidak dapat sepenuhnya disesuaikan ataupun dimodifikasi
Periode jangka panjang (Long run) = Periode dimana ketika semua faktor produksi, baik variable dan non variabel yang digunakan oleh perusahaan bisa di ubah, termasuk buruh, bahan baku, dan modal.

PRODUKTIVITAS FISIK MARGINAL

Ukuran Produktivitas

Produk Total (Total Product) yaitu jumlah produk keseluruhan yang dihasilkan dari sejumlah faktor produksi.

Produk Marjinal (Marginal Product) yaitu penambahan jumlah produk sebagai akibat penambahan satu satuan faktor produksi.
Rumus, 
Produk Rata-rata (Average Product) yaitu rata-rata jumlah produk yang dihasilkan untuk setiap satuan faktor produksi yang dicapai.
Rumus, 

Hasil terhadap Skala (Returns to scale)
Yakni pengaruh peningkatan skala input terhadap kuantitas yang diproduksi. Dengan kata lain return to scale mencerminkan korespondensi produk totalbilamana semua input ditingkatkan secara proporsional.
Apabila ke dalam suatu  proses produksi ditambahkan faktor produksi secara berturut-turut maka produknya akan meningkat. Seberapa besar kenaikannya dan sifat kenaikannya dapat dibedakan atas
Kenaikan Hasil Tetap (Constant Return to Scale).
Penambahan tiap satu satuan faktor produksi yang terus menerus menyebabkan kenaikan hasil yang tetap. (Tabel 4.1)


Kenaikan Hasil Bertambah (Increasing Return to Scale)

Apabila ke dalam suatu proses produksi ditambahkan secara terus menerus satu satuan faktor produksi akan mengakibatkan penambahan produk yang makin lama makin meningkat.

Kenaikan Hasil Berkurang (Decreasing Return to Scale)

Penambahan satu satuan faktor produksi yang terus menerus akan menyebabkan penambahan produk yang makin lama makin berkurang.

Kombinasi antara Kenaikan Hasil Bertambah dengan Kenaikan Hasil Berkurang.

Secara umum dapat dikatakan apabila penggunaan faktor produksi variabel relatif masih sedikit dipergunakan dibandingkan dengan penggunaan faktor produksi tetapnya, akan terjadi kenaikan hasil bertambah (increasing return to scale), dan sebaliknya bila penggunaan faktor produksi variabel relatif lebih besar dibandingkan dengan faktor produksi tetapnya, akan terjadi kenaikan hasil berkurang (decreasing return to scale).
Kombinasi berbagai fase produksi ini biasanya terjadi untuk berbagai jenis proses produksi, baik pabrik, pertanian maupun peternakan. Karena terjadi secara umum, maka terbentuk apa yang dinamakan dengan HUKUM KENAIKAN HASIL YANG MAKIN BERKURANG atau THE LAW OF DIMINISHING RETURN”

Produk Marjinal dan Hukum Kenaikan Hasil yang makin berkurang (The Law of Diminishing Return)
the law of diminishing return (hukum hasil yang semakin berkurang) yang menjelaskan sifat pokok dari pertautan di antara tingkat produksi dan tenaga kerja yang digunakan. Bila suatu macam input ditambah penggunaannya sedangkan input-input lainnya tetap, maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahan satu unit input yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tapi setelah mencapai suatu tingkat tertentu tambahan output akan semakin menurun bila input tersebut terus ditambah. Jadi, produk majinal input biasanya menurun apabila jumlah input tersebut betambah , ketika semua input lainya konstan
Dalam suatu proses produksi apabila secara berturut-turut ditambahkan satu satuan faktor produksi variabel pada faktor produksi tetap, pada tahap awal, produksi total akan bertambah dengan pertambahan yang makin bsar, tetapi sampai pada tingkat tertentu pertambahannya akan semakin berkurang dan akhirnya mencapai nilai negatif, dan ini mengakibatkan pertambahan produksi total semakin kecil sampai mencapai produksi maksimal dan kemudian produksi total menurun.
Sifat dari The Law of Diminishing Return:
Penambahan terus menerus faktor produksi  menyebabkan produk total meningkat sampai tingkat tertentu (x=8 dan Y=240)
Mula-mula terjadi kenaikan hasil bertambah, produk marjinal semakin besar (naik).
Pada saat fungsi produksi total mencapai titik balik (inflection point), produk marjinal mencapai titik maksimum (x=4 dan MP=50)
Sesudah titik balik  terjadi kenaikan hasil yang semakin berkurang (produk marjinal menurun).
Pada tingkat produksi total maksimum, produk marjinal sama dengan nol (0).
Sesudah produk total maksimum, produk marjinal mempunyai nilai negatif


KONSEP ISOQUANT  DAN ISOQOST

Cara perusahaan mengkombinasikan input yang meminimumkan biaya , bisa lebih dijelaskan dengan menggunakan diagram yang memakai dengan dua pendekatan yakni

KURVA PRODUKSI SAMA (ISOQUANT)
Adalah kurva yang menggambarkan kombinasi penggunaan 2 macam faktor produksi variabel yaitu gabungan antara tenaga kerja dan modal yang menghasilkan tingkat produksi yang sama
Karakteristik Kurva Produksi Sama :

Cembung terhadap titik original
Tidak saling berpotongan
Daerah yang relevan berproduksi adalah daerah yang berkecondongan Negatif.
Semakin tinggi menjauhi titik 0 menunjukan total produksi semakin tinggi pula.


Adapun cara perhitungan dengan menggunakan rumus Q=100

KURVA BIAYA SAMA (ISOCOST)
Adalah kurve yang menggambarkan kombinasi penggunaan 2 faktor produksi yaitu gabungan faktor produksi tenaga kerja dan modal yang memerlukan biaya yang sama.

dapat dijelaskan setiap titik pada isocost menggambarkan biaya total yang sama . garis pada gambar diatas berbentuk lurus karena harga faktor produksinya konstan. Semua garis diatas juga mempunyai slope kemiringan (negatif), yang besarnya sama dengan rasio harga tenaga kerja terhadap harga tanah oleh karena slope semua garis itu sama, maka semuanya sejajar.

KONSEP SUBSTITUSI INPUT

Substitusi input untuk meminimumkan biaya

Kombinasi input yang mempunyai biaya paling rendah terjadi pada titik C.
Perusahaan menginginkan untuk meminimumkan biayanya ketika memproduksi output sebesar 346 unit. Oleh kaena itu, ia mencari kombinasi input yang paling murah sepanjang kurva produk sama (dalam gambar di atas yang mempunyai titik absis). Perusahaan mencari kombinasi input yang terletak pada garis biaya sama paling rendah. Apabila kurva produk sama menyentuh (tetapi bukan memotong) garis biaya sama yang paling rendah, maka disitu lah terletak posisi biaya yang paling rendah . Titik singgung ini berarti bahwa harga faktor produksi dan produk marjinal adalah proporsional, dengan produk marjinal per dolar yang sama. 

Kondisi Biaya Yang Paling Rendah

Dengan menggunakan peralaan grafis, kita selanjutnya dapat menemukan kondisi syarat yang memungkinkan perusahaan meminimumkan biaya produksinya:
Rasio produk mrjinal dari dua input harus sama dengan rasio harga faktor produksinya.

Produk marjinal per dolar yang diterima dari dolar pengeluaran (terakhir) harus sama untuk setiap faktor produksi.

3.5 KONSEP DASAR BIAYA
Definisi  Biaya:
Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu  produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi.
biaya merupakan  nilai ekuivalen kas yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan guna untuk memberikan suatu manfaat yaitu peningkatan laba di masa mendatang.
Jenis-jenis biaya produksi :
Biaya eksplisit : pengeluaran aktual (nyata) perusahaan untuk memperoleh faktor produksi yang diperlukan untuk menghasilkan output.
Biaya implisit : biaya yang tidak membutuhkan pengeluaran uang oleh suatu perusahaan.
Analisis bagaimana perusahaan itu melakukan kegiatan berproduksi, teori ekonomi membedakan kedalam dua jangka waktu, yakni jangka pendek dan jangka panjang.
Jangka pendek : jangka waktu dimana sebagian faktor produksi tidak dapat dirubah jumlahnya (konstan).
Jangka panjang : jangka waktu dimana seluruh faktor produksi dapat mengalami perubahan ( bersifat variabel)

Teori Biaya Jangka Pendek :

Dalam jangka pendek biaya produksi dibedakan menjadi biya total dan biaya rata rata :
Biaya Total ( Total Cost = TC ) adalah biaya yang nilainya tidak berubah mengikuti perubahan jumlah output yang diproduksi.Biaya ini meliputi penggeluaran yang dilakukan oleh prusahaan untuk memperoleh input(faktor produksi) tetap. TC = TFC + TVC. Biaya total dibagi menjadi dua, yaitu :
Biaya Tetap Total ( Total Fixed Cost = TFC ) adalah biaya yang nilainya tidak berubah mengikuti perubahan jumlah output yang diproduksi. Biaya ini meliputi pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh input (faktor produksi) tetap. Seperti membeli mesin, mendirikan bangunan pabrik, dll.
Biaya Variabel Total ( Total Variabel Cost = TVC) adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh input faktor produksi variabel yang digunakan dalam suatu proses produksi. Biaya variabel ini nilainya berubah-ubah sesuai dengan perubahan jumlah output yang diproduksi.
Biaya Total Rata-Rata ( Average Total Cost = ATC ) / Biaya Rata-Rata ( Average Cost = AC ) adalah biaya total untuk menghasilkan jumlah keluaran tertentu dibagi dengan jumlah keluaran tersebut. AC = TC/Q atau AC = AFC + AVC, dimana Q adalah jumlah output. Biaya total rata-rata dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
Biaya Tetap Rata-Rata ( Average Fixed Cost = AFC )
                           AFC            
Q

Biaya Variabel Rata-Rata ( Average Variabel Cost = AVC )
                      TVC
Q

∆ TC
                        MC  =
∆Q

Teori Jangka Panjang :

Didalam jangka panjang tidak ada faktor produksi yang tetap, semua faktor produksi adalah variabel sehingga dalam jangka panjang besarnya kapasitas produksi bisa berubah-ubah. Dengan demikian akan terdapat beberapa alternative pemakaian kapasitas produksi untuk menghasilkan sejumlah output.
Dalam analisis ekonomi “kapasitas produksi / plant size” digambarkan oleh kurva biaya total rata-rata (AC).
Beberapa alternative pemakaian kapasitas produksi oleh perusahaan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu .
Untuk menghasilkan sejumlah output tertentu, haruslah dipilih “kapasitas produksi” yang paling efisien atau yang meminimumkan biaya produksi diantara beberapa alternative yang tersedia.
Jika tingkat produksi yang diinginkan hanya sebesar100 unit maka kapasitas yang digunakan diantara kapasitas yang tersedia / yang ada, haruslah dipilih kapasitas 1 (AC1). Sebab jika yang digunakan untuk menghasilkan output sebesar 100 unit tersebut, adalah kapasitas 2 (AC2), maka beban biaya produksi yang harus ditanggug perusahaan adalah lebih tinggi. Jika yang dipilih kapasitas 1 maka biaya produksi untuk menghasilkan output sebanyak 100 unit adalah sebesar700, dan jika yang dipilih adalah kapasitas 2, maka biaya produksinya adalah sebesar 8200. Kapasitas 1 (AC1) adalah kapasitas yang paling efisien dan memerlukan biaya produksi yang minimum untuk volume produksi < 100 unit.
Untuk volume produksi sebanyak 140 unit maka kapasitas 2 (AC2) adalah yang paling efisien karena beban biayanya adalah paling rendah, sedang untuk memproduksi output diatas 250 unit maka kapasitas 3 (AC3) lah yang harus digunakan oleh perusahaan.
3.6 KURVA BIAYA
Kurva Biaya Total, Biaya Tetap, Biaya Variabel

Kurva TFC berbentuk horizontal, karena nilainya tidak berubah, berapapun jumlah output yang dihasilkan oleh perusahaan.
Kurva TVC bermula dari titik 0 (origin) dan semakin lama semakin bertambah tinggi, hal ini karena :
Waktu tidak ada produksi TVC = 0
Semaikn besar volume produksi semakin besar nilai TVC
Kurva TC bermula dari pangkal TFC dan kalau ditarik garis tegak antara TVC dan TC, panjang garis tersebut adalah sama dengan jarak antara kurva TFC dengan sumbu diatas.

Kurva Biaya Rata-Rata
Keterangan :
Kurva AFC yang berbentuk menurun dari kiri atas ke kanan bawah karena ia menggambarkan makin besar jumlah output yang di produksi, makin kecil biaya tetap rata-rata (AFC)-nya. Tetapi kurva AFC tidak pernah menyentuh sumbu horizontal (asimptot). Artinya nilai AFC tidak pernah negatif.
Kurva - kurva AVC, AC dan MC berbentuk huruf U hal ini mencerminkan bahwa kegiatan produksi dipengaruhi oleh “hukum tambahan hasil yang semakin berkurang (Law of Diminishing Return)”, yaitu : pada waktu produksi masih sangat rendah, pertambahan sejumlah tertentu biaya produksi akan menyebabkan pertambahan yang besar terhadap jumlah produksi. Tetapi jika produksi sudah semakin banyak, sejumlah tertentu biaya produksi, akan mengakibatkan pertamabahan jumlah produksi yang semakin sedikit
Hubungan kurva MC dengan kurva AVC dan AC :
Kurva – kurva AVC dan AC dipotong oleh kurva MC pada titik terendah dari masing-masing kurva tersebut. Hal ini dijelaskan sebagai berikut :
Pada waktu nilai MC < AVC, maka nilai AVC menurun, dengan kata lain kalau kurva MC dibawah kurva AVC, maka kurva AVC sedang menurun.
Pada waktu nilai MC > AVC, maka nilai AVC semakin besar, dengan kata lain jika kurva MC berada diatas kurva AVC, maka kurva AVC sedang menaik.
Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa kurva AVC akan dipotong oleh kurva MC pada titik terendahnya. Begitu pula untuk kurva AC, juga dipotong oleh kurva MC pada titik terendahnya juga.

Kurva Biaya Total Rata-Rata Jangka Panjang

Kurva biaya total rata-rata jangka panjang atau long run average cost (LRAC) adalah suatu kurva yang menunjukkan biaya rata-rata yang paling minimum untuk berbagai tingkat produksi, apabila perusahaan dapat selalu merubah kapasitas produksinya.
Kurva LRAC dibentuk dari kurva AC yang tidak terhingga banyaknya. Kurva-kurva AC adalah banyak sekali, maka kurva LRAC adalah suatu kurva yang berupa garis lengkung atau berbentuk huruf U. Kurva LRAC merupakan kurva yang menyinggung kurva AC yang tak terhingga banyaknya tersebut, seperti gambar dibawah ini :

Titik-titik singggung tersebut merupakan biaya produksi minimum untuk berbagai tingkat produksi yang ingin dicapai perusahaan dalam jangka panjang.
Meskipun didalam menggambarkan kurva LRAC, kurva LRAC ini pada umumnya tidak menyinggung titik terendah dari kurva AC. Kurva LRAC hanya menyinggung titik terendah kurva AC yang paling rendah diantara kurva-kurva AC yang tak terhingga banyaknya itu.
Untuk kurva-kurva AC yang terletak disebelah kiri (atas) kurva ACx, disinggung oleh kurva LRAC dititik kiri atas dari titik terendah kurva AC yang bersangkutan. Sedangkan untuk kurva-kurva AC yang terletak disebelah kanan kurva ACx, akan disinggung oleh kurva LRAC pada titik kanan atas dari titik terendah kurva AC yang bersangkutan.
Sebab dalam jangka panjang titik terendah dari suatu AC tidak menggambarkan biaya produksi yang paling minimum, untuk menghasilkan sejumlah output tertentu. Karena masih terdapat kapasitas produksi (AC) yang lain yang dapat meminimumkan biaya produksi.
Jadi LRAC tersebut menggambarkan biaya minimum perusahaan dalam jangka panjang. Kurva LRAC, sering disebut kurva amplop (envelope curve), karena biaya rata-rata jangka panjang itu mengamplopi kurva-kurva biaya jangka pendek yang dipilihnya.
Jika kurva AC bentuknya seperti huruf U, karena dipengaruhi oleh hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang (Law of diminishing return). Tetapi kalau kurva LRAC yang bentuknya seperti huruf U yang melebar bagian atasnya, karena disebabkan oleh faktor –faktor yang disebut economies of scale (skala ekonomis) dan diseconomies of scale (skala tidak ekonomis).

3.7 PERGESERAN KURVA BIAYA
Kurva biaya yang telah didapat hingga kini menunjukan bagaimana biaya berubah dengan keluaran, jika diketahui harga faktor yang konstan dan teknologi yang tetap. Perubahan pengetahuan dalam teknologi atau harga fator akan menyebabkan keseluruhan kelompok kurva biaya jangka pendek dan jangka panjang bergeser. Pengetahuan teknologi yang sudah ada jarang hilang, oleh sebab itu perubahan teknologi biasanya hanya bergerak dalam satu arah, menggeser kurva biaya ke bawah. Perubahan harga faktor produksi dapat berpengaruh dalam dua arah. Jika perusahaan harus membayar lebih mahal untuk faktor produksi yang digunakannya, maka biaya untuk memproduksi setiap tingkat keluaran akan naik, jika perusahaan membayar lebih murah, maka biaya akan turun. Meskipun harga faktor produksi biasanya berubah secara bertahap, namun ada kalanya harga itu berubah tiba-tiba dan drastis.
3.8 MAKSIMALISASI LABA
Untuk memaksimumkan laba, perusahaan harus memilih untuk memproduksi tingkat output dimana pendapatan marginal (pendapatan dari penjualan satu unit tambahan) sama dengan biaya marginal (biaya memproduksi satu unit tambahan).
Jika perusahaan merupakan penerima harga, keputusan keluarannya tidak mempengaruhi harga outputnya, sehingga pendapatan marginal diketahui dari harga. Tetapi jika perusahaan menghadapi permintaan dengan kemiringan yang menurun untuk outputnnya, perusahaan dapat menjual lebih banyak dengan harga yang lebih rendah. Dalam kasus ini pendapatan marginal akan lebih kecil daripada harga dan bahkan dapat negatif.
Pendapatan marginal dan elasisitas harga dari permintaan berkaitan dengan rumus : MR = P (1 + 1/eq,P), dimana P adalah harga pasar dari output perusahaan dan eq,P adalah elastisitas harga dari permintaan terhadap produknya.
Sebuah perusahaan yang memaksimumkan laba memilih baik masukannya maupun keluarannya dengan tujuan tunggal untuk mencapai laba ekonomi maksimum. Yaitu perusahaan berusaha untuk menjadikan selisih antara pendapatan total dan biaya ekonomi total sebesar mungkin. Untuk memaksimumkan laba ekonomi, perusahaan harus memilih keluaran dimana pendapatan  marginal sama dengan biaya marginal. Yaitu :
dTR       dTC
MR =            =            = MC
Dq         dq
Kurva Penawaran Jangka Pendek untuk perusahaan penerima harga.
Dalam jangka pendek perusahaan penerima harga akan memproduksi tingkat output  dimana SMC = P. Di P* misalnya perusahaan tersebut akan memproduksi q*. Kurva SMC juga memperlihatkan berapa yang diproduksi pada harga-harga lainnya. Tetapi untuk harga dibawah SAVC, perusahaan tersebut akan memilih untuk tidak memproduksi output sama sekali. Garis tebal dalam gambar ini mewakili kurva penawaran jangka pendek perusahaan ini.
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Dunia persaingan sempurna adalah dunia penerimaan harga (price takers). Penerimaan harga adalah perusahaan yang egitu kecil dibandig dengan pasar secara keseluruhan sehingga ia tidak bisa mempengauhi harga pasar, dan hanya menerima harga sebagai harga yang sudah tertentu. Jika petani menjual produk yang homogen seperti gandum, mereka dapat menjualnya kepada sejumlah besar pembeli yang ingin membayar dengan harga pasar, misalnya $3 per gantang sebagaimana halnya sebagian besar rumah tangga yang harus menerima harga yang telah dietapkan oleh toko grosir atau gedung bioskop, begitu pula perusahaan harus menerima harga pasar gandum atau minyak mentah ataupun batubara yang mereka hasilkan.
Jumlah output yang diproduksi perusahaan agar mencapai laba maksimal adalah pada saat MR=MC.Ekstrim pertama, perusahaan berada dalam pasar persaingan sempurna (perfect competition), dimana jumlah perusahaan begitu banyak dan kemampuan setiap perusahaan sangat kecil untuk mempengaruhi harga pasar. Ekstrim kedua adalah perusahaan hanya satu – satunya produsen (monopoli).

Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna      

Homogenitas Produk (Homogeneous Product)
Semua perusahaan memproduksi barang yang homogen , Produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.
Pengetahuan Sempurna (Perfect Knowledge)
Para pelaku ekonomi Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan / informasi   sempurna,  tentang harga produk dan input yang dijual.
Output Perusahaan Relatif Kecil (Small RelativelOutput)
Output sebuah perusahaan relative kecil dibanding output pasar , Perusahaan dalam industri (pasar) dianggap berproduksi efisien (biaya rata – rata terendah), kendati pun demikian jumlah output setiap perusahaan secara individu dianggap relative kecil  dibanding jumlah output seluruh perusahaan dalam industri.
Perusahaan Menerima Harga Yang Ditentukan Pasar (Price Taker)
Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar . Perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar (price taker). Secara individu perusahaan tidak mampu mempengaruhi harga pasar.
Keleluasaan Masuk – Kelur Pasar (Free Entry and Exit)
Semua perusahaan bebas masuk dan keluar pasar . Dalam pasar persaingan sempurna factor produksi mobilitasnya tidak  terbatas dan tidak ada biaya yang harus dikelurkan untuk memindahkan factor produksi



Kekuatan dan Kelemahan Pasar Persaingan Sempurna

Kekuatan
Harga jual barang dan jasa adalah yang termurah
Jumlah output paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksima (kemakmuran maksimal).
Masyarakat merasa nyaman dalam mengkonsumsi (produk yang homogen) dan tidak takut ditipu dalam kualitas dan harga.

Kelemahan
Kelemahan Dalam Hal Konsumsi
Kelemahan Dalam Pengembangan Teknologi
Konflik Efisiensi  - Keadilan

4.1 Kurva Permintaan Yang Dihadapi Firm Di Pasar Persaingan Sempurna

Kita dapat menjelaskan seorang pesaing sempurna penerimaan harga dengan meneliti cara pasar memandang suatu perusahaan yang kompetitif. Gambar kurva dibawah ini memperlihatkan perbedaan antara permintaan industri (kurva DD) dan kurva permintaan yang dihadapi sebuah perusahaan kompetitif (kurva dd). Oleh karena sebuah industri kompetitif terdiri dari beberapa peusahaan yang yang relative kecil terhadap pasar secara keseluruhan,maka segmen kurva pemintaan perusahaan hanyalah merupakan semen kecil dari kurva industri . Secara grafis , porsi kurva permintaan dari perusahaan kompetitif begitu kecilnya, sehigga kurva permintaan perusahaan nampak seperti horizontal atau elastis tidak terhingga . gambar tersebut melihatkan bagaiman elastisitas permintaan lebih besar dibanding elastisitas permitaan seluruh pasar.
Oleh karena perusahaan yang kompetitif tidak dapat mempegruhi harga maka hanya setiap unit yang terjual adalah edapatan tambahan yag akan diterima oleh perusahaan.sebagai contoh, pada harga pasar $40 per unit perusahaan  kompetitif daat menjual semua yang ia inginkan pada $40. seandainya  perusahaan memutuskan untuk menjual 100 unit dan bukan 100 unit, maka pendapatannya akan naik sebesar $40.

Perusahaan harus bekaerja sebaik mungkin (doing as well as possible) agar perusahaan mencapai keadaan yang paling optimal.
Tidak mengalami kerugian (not suffering loss) agar dapat  mengaanti barang modal yang digunakan dalam produksi.
Tidak ada insentif bagi perusahaan untuk masuk – keluar karena laba nol (zero profit), yaitu tingkat laba yang memberikan tingkat  pengembalian yang sama.
Perusahaan tidak dapat menambah laba lagi pada saat  SAC = LAC.



Keseimbangan Jangka Pendek Dalam Kondisi Impas
Kondisi impas terjadi bila biaya rata – rata sama dengan harga, dimana laba per unit sama dengan nol
PENETAPAN OUTPUT EQUILIRIUM PERUSAHAAN DI PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

Keseimbangan Jangka Pendek
Ada dua syarat yang harus dipenuhi agar perusahaan berada dalam keseimbangan :
Perusahaan sebaiknya hanya berproduksi, paling tidak bila biaya variabel (VC) = penerimaan total (TR), atau AVC = P
Perusahaan memproduksi saat MR = MC agar perusahaan memperoleh laba maksimum.




filsafat

Ada tiga aspek yang membedakan ilmu ekonomi dengan ilmu lainnya,
yakni ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
1. Ontologi
Ontologi ialah hakikat apa yang dikaji atau ilmunya itu sendiri.
Ontologi adalah pembahasan tentang hakekat pengetahuan. Ontologi
membahas pertanyaan-pertanyaan semacam ini: Objek apa yang ditelaah
pengetahuan? Adakah objek tersebut? Bagaimana wujud hakikinya?
Dapatkah objek tersebut diketahui oleh manusia, dan bagaimana
caranya?
Sebagai contoh, bagaimana kita mendefinisikan manusia, maka berbagai
penegertianpun akan muncul pula. Contoh : Siapakah manusia iu ? jawab
ilmu ekonomi ialah makhluk ekonomi. Ilmu Ekonomi dibagi dalam 3
bagian utama : eonomi makro, ekonomi lingkungan, dan ekonomi
pedesaan.
Ilmu ekonomi mempunyai perebidaan dengan ilmu social lainnya, yaitu
terletak pada objek materialnya dimana ilmu ekonomi memiliki inti
permasalahan yaitu kelangkaan. Sehingga objek ilmu ekonomi adalah
mempelajari bagaimana manusia melakukan pilihan dari adanya
kelangkaan sumber daya ekonomi untuk digunakan dalam pemenuhan
kebutuhan untuk kegiatan konsumsi maupun produksi. Dari
permasalahan di atas jelas bahawa permasalahan ekonomi timbul karena
adanya kebutuhan yang jumlahnya tak terbatas sedangkan alat-alat
pemuas kebutuhan adanya terbatas.
Ilmu ekonomi ekonomi memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda
dengan ilmu lain. Ilmu ekonomi tidak diciptakan secara mendadak tetapi
berkembang melalui suatu proses yang panjang. Ilmu ekonomi dianggap
sebagai suatu disiplin ilmu yang baru mulai tahun 1776, yaitu sejak ditulis
dan diterbitkannya buku yang terkenal yang berjudul : The Wealth Of
Nation tahun 1776 karya adam smith. Sejak saat itu ekonomi sebagai ilmu
mengalami perkembangan yang begitu pesat dari waktu ke waktu.
Bahkan sekarang ilmu ekonomi berkembanag tidak hanya kearah
kualitatif juga kearah yang kuantitatif sehingga dikenal juga cabang ilmu
ekonomi yaitu ekonometrika.
2. Epistimologi
Yang dimaksud dengan epistimologi ialah bagaimana mendapatkan
pengetahuan yang benar.
Epistemologi adalah pembahasan mengenai metode yang digunakan
untuk mendapatkan pengetahuan. Epistemologi membahas pertanyaanpertanyaan
seperti: bagaimana proses yang memungkinkan diperolehnya
suatu pengetahuan? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus
diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Lalu benar
itu sendiri apa? Kriterianya apa saja?
Karakteristik metode yang digunakan untuk mendapatkan pengetahuan
dalam bidang ekonomi adalah:
1. Mata pelajaran ekonomi berangkat dair fakta atau gejala yang nyata.
Kemyataan menunjukan bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas,
sedangkan sumber-sumber ekonomi sebagai alat untuk memenuhi
kebutuhan jumlahnya terbatas/langka. Tidak terbatasnya kebutuhan
manusia dan kelanggkaan sumber ekonomi tersebut dapat dijumpai di
mana-mana. Ilmu ekonomi mampu menjelaskan gejala –gejala tersebut,
sebab ilmu ekonomi dibangun dari dunia nyata.
2. Mata pelajaran ekonomi mengembanagkan teori-teori untuk
menjelaskan fakta-fakta secara rasional. Agar manusia mampu membaca
dan menjelaskan gejala-gejala ekonomi secara sistematis, maka
disusunlah konsep dan teori ekonomi menjadi bangunan ilmu ekonomi.
Selain memenuhi persayaratan sistematis, ilmu ekonomi juga memenuhi
persayaratan keilmuan lain yang objektif, dan mempunyai tujuan yang
jelas.
3. Umumnya analisis yang digunakan dalam ilmu ekonomi adalah metode
pemecahan masalah.
4. Metode pemecahan masalah cocok untuk digunakan dalam analisis
ekonomi sebab objek dalam ilmu ekonomi adalah permasalahan dasar
ekonomi.
5. Inti dari ilmu ekonomi adalah alternative terbaik. Apabila sumber
ekonomi keberadaannya melimpah, maka ilmu ekonomi tidaklah
diperlukan bagi kehidupan manusia. Demikian juga dengan penggunaan
sumber ekonomi sudah tertentu (tidak digunakan secara alternative ),
ilmu ekonomi juga tidak digunakan lagi.
6. Lahirnya ilmu ekonomi karena adanya kelangkaan sumber pemuas
kebutuhan manusia.
Metode penelitian disiplin ekonomi
1. Analisis data secara matematik dan statistic dari pemerintah atau
dokumen lain (misalnya, GNP, angka penganguran, tingkat kebutuhan
dasar, sensus)
2. Survey (dari pendapat umum)
3. Study kasus
4. Pengembangan dan pengujian model secara teoritis
5. perbandingan antar bangsa
6. kontruksi table, bagan dan grafik
7. penghitungan rasio dan presentase
8. penghitungan jumlah indeks (indeks harga, dsb)
9. penghitungan rata-rata dan distribusi tentang rata-rata (seperti, ratarata
median dan aritmatik)
3. Aksiologi
Aksiologi ialah menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu. Ilmu tidak bebas
nilai. Artinya pada tahap-tahap tertentu kadang ilmu harus disesuaikan
dengan nilai-nilai budaya dan moral suatu masyarakat; sehingga nilai
kegunaan ilmu tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat dalam
usahanya meningkatkan kesejahteraan bersama, bukan sebaliknya
malahan menimbulkan bencana.
Teori ekonomi mengatakan karena banyaknya utang luar negeri jatuh
tempo (harus dibayar), hutang itu harus dibayar dengan dolar, maka
banayak sekali orang yang memerlukan dolar, karena orang banyak
membeli dolar harga akan naik dalam rupiah.
Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa Dalam pembelajaran ekonomi
yang akan dikembangkan dalam pembelajaran ekonomi sebagaimana
pendapat (Nursid Sumaatmaja; 1980:36) sebagai berikut : sikap hemat,
sikap atau kebiasaan membandingkan harga jika belanja, kesadaran akan
kualitas dalam berbe3lanja, sikap bertanggung jawab atas perbuatan
sendiri, sikap rasional ilmiah, sikap memecahkan masalah, tekun, belajar
yang baik, sportif, dan berjuang gigih.
Nilai-nilai ekonomi yang harus dikembangkan dalam proses pembelajaran
ekonomi adalah: energik, inisiatif, hemat, produktif, menabung, kerja
keras, orientasi laba, berani mentganbil resiko, tabah, mempunyai
motivasi yang tinggi dan pantang menyerah
DAFTAR RUJUKAN
Kartanegara, Mulyadhi, Menyibak Tirai Kejahilan: Pengantar Epistemologi
Islam,
Bandung: Mizan, 2003.
Suriasumantri, Jujun S., Filsafat Ilmu Suatu Pengantar Populer, Jakarta:
Sinar Harapan
Wahyu. 2009. Filsafat Ilmu. Banjarmasin: Universitas lambung Mangkurat
FKIP
banjarmasin.
Sapriya. ….. Studi Sosial Konsep dan Model Pembelajaran. …: Rimdipress
Dimyati Muhammad. 1989. Pengajaran Ilmu-ilmu sosial di sekolah :
bagian Integral
Sistem Ilmu Pengetahuan. Jakarta : PPlPTK Depdikbud
Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi Kebenaran Suatu Ilmu
Ontologi
Ontologi ialah hakikat apa yang dikaji atau ilmunya itu sendiri. Seorang
filosof yang bernama Democritus menerangkan prinsip-prinsip
materialisme mengatakan sebagai berikut :
Hanya berdasarkan kebiasaan saja maka manis itu manis, panas itu panas,
dingin itu dingin, warna itu warna. Artinya, objek penginderaan sering kita
anggap nyata, padahal tidak demikian. Hanya atom dan kehampaan itulah
yang bersifat nyata.
Jadi istilah “manis, panas dan dingin” itu hanyalah merupakan
terminology yang kita berikan kepada gejala yang ditangkap dengan
pancaindera.
Ilmu merupakan pengetahuan yang mencoba menafsirkan alam semesta
ini seperti adanya, oleh karena itu manusia dalam menggali ilmu tidak
dapat terlepas dari gejala-gejala yang berada didalamnya.
Dan sifat ilmu pengetahuan yang berfungsi membantu manusia dalam
mememecahkan masalah tidak perlu memiliki kemutlakan seperti agama
yang memberikan pedoman terhadap hal-hal yang paling hakiki dari
kehidupan ini. Sekalipun demikian sampai tahap tertentu ilmu perlu
memiliki keabsahan dalam melakukan generalisasi. Sebagai contoh,
bagaimana kita mendefinisikan manusia, maka berbagai penegertianpun
akan muncul pula.
Contoh : Siapakah manusia iu ? jawab ilmu ekonomi ialah makhluk
ekonomi
Sedang ilmu politik akan menjawab bahwa manusia ialah
political animal dan dunia pendidikan akan mengatakan manusia ialah
homo educandum.
Epistimologi
Yang dimaksud dengan epistimologi ialah bagaimana mendapatkan
pengetahuan yang benar.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendapatkan pengetahuan
ialah :
1. Batasan kajian ilmu : secara ontologis ilmu membatasi pada Pengkajian
objek yang berada dalam lingkup manusia tidak dapat mengkaji daerah
yang bersifat transcendental.
2. Cara menyusun pengetahuan : untuk mendapatkan pengetahuan
menjadi ilmu diperlukan cara untuk menyusunnya yaitu dengan cara
menggunakan metode ilmiah.
3. Diperlukan landasan yang sesuai dengan ontologis dan aksiologis ilmu
itu sendiri
4. Penjelasan diarahkan pada deskripsi mengenai hubungan berbagai
faktor yang terikat dalam suatu konstelasi penyebab timbulnya suatu
gejala dan proses terjadinya.
5. Metode ilmiah harus bersifat sistematik dan eksplisit
6. Metode ilmiah tidak dapat diterapkan kepada pengetahuan yang tidak
tergolong pada kelompok ilmu tersebut.
7. Ilmu mencoba mencari penjelasan mengenai alam dan menjadikan
kesimpulan yang bersifat umum dan impersonal.
8. Karakteristik yang menonjol kerangka pemikiran teoritis :
a. Ilmu eksakta : deduktif, rasio, kuantitatif
b. Ilmu social : induktif, empiris, kualitatif
Aksiologi
Aksiologi ialah menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu. Ilmu tidak bebas
nilai. Artinya pada tahap-tahap tertentu kadang ilmu harus disesuaikan
dengan nilai-nilai budaya dan moral suatu masyarakat; sehingga nilai
kegunaan ilmu tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat dalam
usahanya meningkatkan kesejahteraan bersama, bukan sebaliknya
malahan menimbulkan bencana.
Contoh kasus : penelitian di Taiwan
Dampak kemajuan teknologi moderen telah diteliti dengan model
penelitian yang terintegrasi, khususnya terhadap masyarakat dan budaya.
Hasil kemajuan teknologi di Taiwan telah membawa negara itu
mengalami “keajaiban ekonomi”, sekalipun demikian hasilnya tidak selalu
positif. Kemajuan tersebut membawa banyak perubahan kebiasaan,
tradisi dan budaya di Taiwan. Berdasarkan penelitian tersebut terdapat
lima hal yang telah berubah selama periode perkembangan teknologi di
negara tersebut yaitu :
1. Perubahan-perubahan dalam struktur industri berupa meningkatnya
sektor jasa dan peranan teknologi canggih pada bidang manufaktur.
2. Perubahan-perubahan dalam sruktur pasar berupa pasar menjadi
semakin terbatas, sedang pengelolaan bisnis menjadi semakin beragam.
3. Perubahan-perubahan dalam struktur kepegawaian berupa tenaga
professional yang telah terlatih dalam bidang teknik menjadi semakin
meningkat.
4. Perubahan-perubahan struktur masyarakat berupa meningkatnya
jumlah penduduk usia tua dan konsep “keluarga besar” dalam proses
diganti dengan konsep “keluarga kecil”.
5. Perubahan-perubahan dalam nilai-nilai sosial berupa penghargaan
yang lebih tinggi terhadap keuntungan secara ekonomis daripada
masalah-masalah keadilan, meningkatnya kecenderungan masyarakat
untuk bersikap individualistik.

Minggu, 25 Maret 2012

MK


PERAN MANAJEMEN KEUANGAN
·        Manajemen keuangan berkaitan dengan perolehan , pendanaan, dan manajemen aktiva dengan tetap mempertimbangkan beberapa tujuan umum dalam semua tindakan.
·        Fungsi keputusan dalam manajemen keuangan dapat dibagi menjadi tiga :
Investasi
Pendanaan
Keputusan manajemen aktiva
·        Tujuan perusahaan adalah untuk memaksimalisasikan kesejahtarean pemilik perusahaan saat ini (atau pemegang saham). Kesejahteraan para pemegang saham diwakili oleh harga pasar pe lembar saham biasa peruahaan , yang akhirnya akan mecerminkan keputusan investasi , pendanaan, dan manajemen aktiva perusahaan.
·        Harga pasar saham perusahaan  mewakili penilaian nyata semua pelaku pasar atas nilai perusahaan tetentu. Penilaian tersebut memertimbagkan laba per saham (earning pershare-EPS) saat ini; dan masa datang ; waktu, periode, serta resiko dari laba ini; kebijakan deviden perusahaan ; dan berbagai faktor lainya yang dapat mempengaruhi harga pasar saham.
·        Teori agensi menyatakan bahwa para manajer (agen ), terutama dalamperusahaan yang besar dan dimiliki oleh publik sahamnya, memiliki berbagai tujuan yang berbeda dari tujuan para pemegang saham(prinsipal). Para pemegang saham dapat memastikan dirinya bahwa para manajer akan membuat keputusan yang dapat memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham hanya jika pihak manajemen menerima insentif dalam bentuk yang tetap, serta hanya jika pihak manajemen diawasi.
·        Memaksimalkan kesejahteraan  para pemegang saham tidak membebaskan perusahaan dari tanggung jawab untuk bertindak secara bertanggung jawab sosial.
·        Tata kelola perusahaan adaah sistem yang mensyaratkan perusahaan dikelola dan dikendalikan. Sistem ini melintasi berbagai hubugan yang ada antara para pemegang saham, dewan direksi, serta piak manajemen senior .
·        Didalam perusahaan besar, fungsi keuangan adalah tanggung jawab direktur keuangan , yang biasanya betanggung jwab langsug pada direktur utama . operasi keuangan yang diawasi oleh CFO akan dipecah menjadi dua cabang dengan salah satunya dipimpin  oleh bendahara dan satunya dipimpin oleh kontroler. Tanggung jawab kontoler teruama bersifat akuntasi, sementara tanggung jawab bendahara masuk kedalam area keputusan yang biasanya sangat berhubugan dengan menejemen keuangan.

LINGKUNGAN BISNIS
·        Empat bentuk dasar organisasi bisnis  adalah
perusahaan perseorangan: bentuk perusahaan yag dimiliki oleh satu pemilik. Pemilik tuggal ini memiki kewajiban tidak terbtas untk semua utang perusahaan.
Persekutuan : bentuk usaha dimana dua orang atau lebih bertindak sebagai spemilik . dalam ‘persekutuan umum semu partner memiliki kewajiban tidak terbatas terhadap semu utag peushaan ; dalam pesekuuan terbatas satu atau beberapa partner dapat memiliki kewajiban terbatas.
Korporasi : bentuk perusahaan yang secara umum terpisah dari pemiliknya , ciri khas meliputi kewajibanterbatas, kemudahan berpindah kepemilikan, batas waktu hidup yang tidak terbatas , serta kemampuan menggalang modal dalam jumlah besar.
perusahaan dengan kewajiban terbatas .
Korporasi telah berkembang sebagai bentuk orgaisasi yang paling penting berkat keunggulanya dibanding dengan bentuk organisasi yang lainya. Keuggulan tersebut meliputi kewajiban terbatas, kemudahan pengalihan kepemilikan , usia yang tidak terbatas, serta kemampuan untuk menggalang dana dalam jumlah yang besar.
LLC(peruahaa dengan kewajiban terbatas : bentuk perusahaan yang memberikan pemiliknya kewajiban pribadi terbatas seperti korporasi namun pelakuan pajak federalnya seperti persekutuan
·        Kebanyakan perusahaan dengan penghasilan kena pajak lebi suka menggunakan metode depresiasi dipercepat untuk tujuan  pelaporan pajak mereka untuk mengurangi pajak mereka. Perusahaan yang memperoleh laba dalam laporan keuanganya mungkin mengalami kerugian ketika memasukkan unsur pajak.
·        Bunga yang dibayar oleh peruahaan dianggap sebagai pengeluaran yang mendapat pengurangan pajak; aka tetapi deviden yang dibayarkan perusahaan tidak mendapat pegurangan pajak.
·        Aktiva keuangan (sekuritas) terdapat pada perekonomian karena investasi unit ekonomi pada aktiva riil (seperti bangunan atau peralaan ) umumnya berbeda dari tabugannya. Pada keselruhan ekonomi, unit surplus tabungan (yag melebihi aktiva riil) menyediakan dana untuk unit kekurangan tabungan (yang investasinya pada aktiva riil melebihi tabunganya ). Pertukaran dana in ditujukkan oleh instrumen investasi , atau sekuritas, yang mewakili aktiva keuangan ke pemegangnya dan kewajiban keuangan utuk penerbitnya.
·        Tujuan dari pasar keuangan pada perekonomian adalah untuk  mengalokasikan tabungan secara efisien kepada pengguna. 
·        Perantara keuangan membatu membuat pasar keuntungan yang lebih efisien.perantara hadir diantara peminjam dan pemberi pinjaman dengan mengubah klaim langsung menjadi klaim tidak langsung. Perantara keuangan memberi sekuritas langsung (atau primer ) dan selanjutnya menerbitkan sekuritas tidak langsung (atau sekunder) mereka ke public.
·        Broker keuangan, seperti bankir investasi dan bankir hipotek, mempertemukan pihak-pihak yang membutuhkan dana dengan pihak-pihak yang memiliki tabungan. Broker ini tidak melakukan fungsi peminjaman langsung tetapi bertindak sebagai mak comblang atau perantara.
·        Pasar keuangan dapat dibagi menjadi dua pasar uang dan pasar modal. Pasar uang berbunga dengan penjualan dan pembelian sekuritas jangka pendek pemeritah dan swasta. Pasar modal berhubungan dengan  utang jangka panjang instrumen ekuitas.
·        Pada pasar uang dan pasar modal tedapat pasar primer dan sekunder. Pasar primer adalah pasar “terbitan baru” dan pasar sekunder adalah “pasar terbitan bekas”
·        Pasar sekunder untuk seukuritas jangka panjang, yang terdiri atas bursa efek dan pasar OTC, meingkatkan likuiditas (kemudahan pemasaran) dari aktiva keuangan, sehingga menigkatkan pasar primer untuk sekuritas jangka panjang.
·        Alokasi tabungan pada perekonomian terjadi terutama berdasarkan pengembalian yang diharapkan dan resiko.
·        Perbeadaan pada resiko gagal bayar, kemudahan pemasaran, maturitas, pengenaan pajak, dan opsi mempengaruhi  hasil dari suatu sekuritas dibanding  dengan sekuritas lainya pada suatu titik waktu tertentu. Fluktuasi pada permintaan dan penawaran, tekanan pada pasar keuangan, dan perubahan perkiraan inflasi, membantu menjelaskan variasi hasil dari waku ke waktu.

NILAI WAKTU DARI UANG
·        Keputusan finansial baik pribadi maupun bisnis umumnya melibatkan konsep nilai waktu dari uang. Tingkat bunga digunakan utuk menyatakan nilai waktu dari uang
·        tingkat bunga sederhana adalah bunga yang dibayarkan (atau diperoleh) hanya bedasarkan jumlah asli, atau pokok, pinjaman(simapanan)
·        Tingkat bunga majemuk adalah bunga yang dibayarkan (diperoleh) berdasarkan bunga yang sebelumnya dikenakan (diperoleh)dan juga berdasarkan jumlah pokok yang dipinjam (disimpan).konsep bunga majemuk dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah bunga majemuk: yaitu nilai masa depan dan nilai sekarang. Nilaimasa depan adalah nilai dari sejumlah uang di masa sekarang pada masa yang akan datang dengan menggunakan tigkat bunga tertentu. Nilai sekarang adalah nilai saat ini dari sejumlah uang dimasa depan atau sekarangkaian pembayaran yang meggunakan tingkat bunga tertentu.
·        Proses memecahkan masalah nilai waktu dari uang akan mudah dilakukan dengan menggambarkan garis waktu dan memposisikan arus kas yang relevan pada garis tersebut.
·        Anuitas adalah serangkaian pembayaran atau peneriamaan dengan jumlah yang sama yang berlangsung selama periode tertentu
·        Ada beberapa karakteristik yang dapat membantu dalam menyelesaikan soal anuitas
1.      Nilai sekarang anuitas sederhana – arus kas terjadi di akhir setiap periode, dan nilai sekarang dihitung satu periode sebelum arus kas pertama terjadi
2.      Nilai sekarang dari anuitas due- arus as terjadi pada awal setiap periode, dan nlai sekarang dihitung pada eriode yang sama saat arus kas pertama terjadi
3.      Nilai masa depan dari auitas sederhana-arus kas terjadi pada akhir setiap periode dan nilai masa depan dihitung pada arus kas terakhir
4.      Nilai masa depan dari auitas due –arus kas terjadi pada awal setiap periode, dan nilai masa depan dihitung pada satu periode setelah periode arus kas terakhir
·        Serangkaian arus kas campuran (besarnya tidak sama) kalau dapat dipecahkan dengan meyesuaikan masing-masing arus kas tesebut baru kemudian menjumlahkan hasilnya. Keampuan untuk mengenali pola tertentu dari arus kas campuran akan memungkinkan anda untuk menghitung dengan cepat.
·        Mengamortisasian pinjaman melibatkan proses penentuan ialah pembayaran periodik yag diperlukan untuk mengurangi pokok pinjaman sampai menjadi nol pada akhir jatuh tempo dan secara bersamaan juga diperlukan untuk membayar bunga atas pokok pinjaman yag belum dibayar. Besanya pokok pinjaman yag terutang akan menurun bersamaan dengan meningkatnya proporsi pembayaran untuk pokok pinjaman,

PENILAIAN SEKURITAS JANGKAPANJANG
·        Konsep nilai meliputi
nilai likuidasi jumlah uang yang dapat direalisasikan jika sebuah aktiva atau sekelompok aktiva (contohnya perushan ) dijual secaa tepisah dari organisasi ang menjalankanya.
nilai kelangsungan usaha adalah nilai perusahaan yang dijual sebaai operasi usaha yang berlanjut.
nilai buku ialah nilai akuntansi dari akiva tersebut biaya akiva dikuangi akumulasi depresiasi.
nilai pasar adalah harga pasar yang digunakan utukmemperdagangka aktiva
·        Nilai intrisik surat berharga –yaitu nilai apa yang seharusnya dimiliki oleh suatu surat berharga berdasarkan fakta yang jelas. Nilai ini adalah nilai sekarang dari aliran arus kas yang diberikan ke investor, yag didiskontokan  dengan tingkat pengembalian yang diminta yang sesuai untuk resiko yang dilibatkan.
·        Obligasi adalah  surat berharga yang membayar sejumlah bunga keada invetor setiap periode , hingga akhirnya ditarik oleh perusahaan. Merupakan instrumen jangka panjang yang diterbikan oleh pemerintah aau perusahaan.
·        Nilai intrinsik dari obligasi perpetual hanyalah nilai kapitalisasi dari aliran tidak terbatas pembayaran bunga. Nilai sekarang ini adalah pembayaran bunga periodik yang dibagi degan tingkat pengembalian yang diminta investor
·        Nilai intrinsik dari obligsi berbunga dengan waktu umur terbatassama dengan nilai sekarang dari pembayran kupon ditambah dengan nilai sekarang dari pembayaan pokok saat jatuh tepo, degan kesemuanya didiskontokansesuai tingkat pengembaian yang dimnta investor.
·        nilai intrinsik dari obligasi berbunga nol (obligasi yang tidak memberika pemayaran kupon secara periodik) adalah nilai ekarang  dari pembayaran pokok saa jauh tempo, didiskontokan dengan tingkat pegembaian yang diminta investor
·        saham preferen adalah jenis saham yang biasanya menjanjikan divide tetap, akn tetapi jumlahnya bergatung pada dewan direksi. Saham tersebut memiliki preferensi atas saham biasa aam hal pembayarandeviden dan klaim atas berbagai aktiva perusahaan.
·        Saham biasa adalah surat berharga yang mencermikan posisi kepemilikan (dan resiko ) dalam sebuah perusahaan.
·        nilai intrinsik dari saham preferen sama dengan dividen tahunan yang tercantum dibagi dengan tingkat pengembalian yang diminta investor.
·        tidak seperti obligasi dan saham preferen, yang arus kas dimasa mendatangnya tercanum secara resmi,leih banyak trdapat ketidak pastian pada aliran pengembalian di masa medatang jika berkaitan dengan saham biasa
·        nilai intrinsik dari selembar saham biasa dapat dipandang sebagai nilai diskonto dari semua deviden tunai yang  diberikan oleh perusahaan yag menerbitkannya
·        model diskonto dividen didesain untuk menghitung nilai intrinsik dari selembar saham dibawah berbagai asumsi tertentu  seperti halnya dengan pola pekiraan pertumbuhan dari deviden  dividen dimasa mendatang serta tingkat diskoto yag tepat untuk dierapka
·        jika nilai intrinsik (v) dalam persamaan penilaian ita digantidengan harga pasar surat berharga tersebut(P0), maka kita dapat mencari tingkat pegembakian yang diminta pasar. Ingakt pengebaian ini, yang digunakan untuk menetapkan nilai diskonto dari perkiraan arus kas masuk ,sama dengan harga pasar suat beharga dan disebut juga sebagai hasil(pasar)surat beharga.